Jahitan

Aku mengeluh mengenai pakaian yang kupunya di dalam lemari berwana coklat ini. Semua terlihat usang dan terlihat tidak bisa terpakai lagi. “Ini sudah koyak, ini juga” dumelku saat memilah baju-bajuku yang menurutku sudah tidak bisa kupakai. Terlihat di balik pintu seorang nenek tua yang biasa aku panggil opung memperhatikan aku yang sedang berdumel. Perlahan dia melangkahkan kakinya kedalam kamarku untuk melihat apa yang terjadi disana. “Kenapa ini ? Kenapa berserakan sekali?” sahutnya sambil mencoba untuk mengambil satu persatu baju yang aku letakkan di ubin kamarku.

Continue reading “Jahitan”

Di Halte

[Radiohead – No Suprise]

Halte bus hari ini seperti halte bus pada umumnya. Terik matahari berusaha menguasai halte yang hanya dilindungi oleh atap tersebut. Bangku-bangku halte terlihat berisi oleh ‘calon-calon penumpang bus‘ hari ini. Ada yang sedang menggunakan headset untuk mendengarkan lagu kesukaannya, ada yang sedang menggunakan maskara, mungkin ingin tampil all out sesampai dikantor nanti, ada seorang ibu tua menghubungi anak tersayangnya untuk memberi kabar, bahkan ada seorang bapak tua yang berusaha menggenggam erat air mineral yang ia jual sembari menawarkan kepada penumpang yang menunggu di halte.

Continue reading “Di Halte”

Seruan 23

Setelah menginjak di umur 23 tahun gadis itu selalu termenung sendiri. Terkadang terdengar suara isak tangis di dalam kamar berukuran 3 x 4 meter tersebut. Memohon kepada Tuhannya untuk diberikan kekuatan dalam menjalankan beberapa hal tugas negara dari Tuhannya. Jam tidur, jam makan, bahkan hal-hal lainnya menjadi berantakan. Apakah di umur ini kita akan selalu mengeluh tentang kenyataan? Gadis itu selalu gusar, mengeluh, kemudian tertawa. Hawa dingin selalu datang acap kali berbicara dengannya. Wajahnya terlihat teduh sendu. “Mau makan apa?” tanya seseorang padanya tapi dia diam saja tidak menjawab apapun. Mungkin, setelah menginjak umur 20-an menjadi trend jika seorang gadis ingin mengurangi berat badannya.

Continue reading “Seruan 23”