Aku, Cermin, dan Segelas Teh

Hari dimana aku menulis ini adalah hari titik terendah itu terjadi. Pernah kah kamu merasakan sakit sekali tapi orang lain sama sekali tidak bisa merasakan? Benar sekali. Malam ini aku sedang menyesap segelas teh hangat yang baru saja kuseduh. Sembari memikir mencari teman terbaik untuk mengerti kegusaran.

Diam

Kemudian, ide itu terealisasi. “Ah aku ingin berbicara dengan aku” kataku seraya menurunkan kaca dari meja riasku. Tada terpancar aku dan segelas teh yang ku pegang.

Hari ini, aku berbicara. Masa depan dengan aku. Aku tau aku tidak expert di bidang ini tapi begini perbincangannya. Aku dan aku berbicara akan jadi apa aku malam itu. Yang kuingat aku ingin sekali berguna bagi orang lain gumamku. Tapi bukankah jadi penjahat juga berguna bagi orang lain. MARI KITA UBAH. Aku ingin sekali berguna dalam hal sosial gumamku lagi. Menjadi volunter, menjadi orang yang berguna dalam bantu membantu. Lalu aku tertawa. Kenapa tertawa aku bertanya kepadaku lagi.

Bukan kah kamu dan sekitarmu tidak akrab? Bagaimana bisa berguna bagi orang lain? Wah benar juga pikirku. Kemudian aku berargumen lagi, tolak ukur seseorang tidak dilihat dari seberapa akrab diluar. Aku membangun benteng tinggiku karna aku sadar orang sekelilingku melebihi batasku. Jadi aku memilih mengalah kata. Lalu aku dapat pencerahan dari aku di dalam kaca.

Katanya , “Mari, berdamai dulu, nikmati secangkir teh , dan berbicara dengan sang Khalik” aku diam. Mengembalikan kava dan meminum tehku yang tersisa.

Malam biasanya dingin. Tapi dekapan Khalik menghangatkan. Jangan pernah merasa sendiri. Kamu berharga.

Rindu

Hari dimana aku rindu pelukan seorang ibu
Pelukan yang membelai dari ujung rambut
Mengosok punggungku sambil berkata
Anakku, dunia itu kejam kamu harus kuat
Katanya sambil menepuk pundakku

Akan apa kamu ke depan tidak perlu di pikirkan
Aku menyorot matanya berharap ada jawaban
Diam sejenak
Semua sudah ditentukan garis kehidupan
Apapun itu, langkahmu.
Tidak ada yang kebetulan.

Tidak ada yang kebetulan, pikirku.

Kupejamkan mataku
Sambil menitikkan air mata
Ibu
Aku rindu.

Cella and her 2020.

Pagi ini, Senin 28 Desember 2020. Aku sedang mendengarkan lagu Banda Neira – Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Lagu ini bermain sesuai playlist yang aku buat. Lagu untuk self healing. Aku diam sejenak, ingin merangkai kata-kata rewind 2020 seperti tulisanku tahun lalu yang mereview tahun sebelumnya.

Tahun ini. Tahun yang sangat –mengerikan— atau tahun yang sangat –menyenangkan—tergantung dari sudut pandangku setiap harinya. Kalian pasti tau dimana tahun ini kita harus menggunakan masker dan bawa handsanitizer. Yang parahnya lagi ga boleh salah genggam nanti kena virus haha.

Baiklah kita mulai dari Januari. Di bulan ini aku acc judul dan bertemu dengan dosen PS ku yang tak begitu buruk malah menyenangkan punya kesempatan di bimbing oleh seorang profesor. Dan dijumpainya juga waktu itu masih susah karna secara beliau mengisi banyak acara diluar kota.

Di bulan Februari, Thank God menang giveaway tiket konser Sheila On7 dan Ardhito Pramono di Medan dari Chatime. Dan dapat Silver dong haha. Aku pergi nonton dengan Riris. Ternyata nyanyi dikonser enak ya. Teriak-teriak, nangis, kayang gak akan ada yang dengar ataupun marah. What a best give I’ve ever had. Dari banyaknya giveaway, tahun ini kunobatkan giveaway tiket konser ini adalah yang terbaik di tahun 2020. Seolah-olah obat sebelum lockdown terjadi.

Seperti yang kalian tau, di bulan Maret,semua di lockdown. Aku yang merasa jiwa ekstrovertku harus di eksplore malah berbicara dengan banyak tanamanku. satu-satu aku mulai menanam. Aku ingat tanaman pertamaku sukulen dan akhirnya mati dibulan april karna aku kurang mahir dalam merawatnya. Tapiiiiiii… tanamanku lumayan banyak sekarang. Lumayan bisa buat iri ibu-ibu hahaha.

Bulan April aku lebih intens lagi menanam sampai di beri banyak sama mama temanku, Lidia. Banyak banget dikasih tanaman sampai akhirnya aku di ajak stok pot bunga. Aku kesenengan pelihara bunga sampai ngeracuni teman-temanku. Haha

Bulan Mei, proposalku ACC. ah finally. tapi ga semudah itu markonah, ga acc langsung ujian. Engga, engga gitu ceritanya. Banyak banget dah drama nangis kejer sampai dapat tanda tangan. Pagi itu aku dari gerbang 4 ke gerbang 1 lari-lari karna PS ga bisa nunggu lama jadi aku jumpa dosen uda basah baju keringetan. Tapi sekalilagi kuucapkan “Thank God”. Betapa bersyukurnya aku melihat goresan pulpen di lembar persetujuan yang buat aku ga berhenti senyum seharian. I’m so blessed.

Bulan Juni adalah bulan kelahiranku. Teman-teman dan pacarpun gak mau ikutan nyemangatin walaupun dari jauh. Ada 3 tart dirumah yang bingung gimana makannya berujung bagi-bagi haha. Senangnya walaupun Lockdown aku  tetap merasa dekat dengan teman-temanku walaupun ga bisa kemana-mana yakan siss. It’s okay.

Bulan Juli dimana hari minta dosen keluarin jadwal buat sempro, aku ingat hari itu tangga 21 Juli. Dan untungnya berjalan dengan lancar walaupun sampai undur hari, Thank God aku punya Kajur yang baik hati yang mau bantu atur ulang jadwal. Pak Ernest u the best! Aku senang teman-temanku datang bawa hadiah I’m blessed. Terimakasih Riris, Erisa, Sere, Yuni, Mutiara, Sonya, Dhea, dan Lidia. Oh ya aku ingat juga Ridoan dan Adi kasih kado walaupun telat. U all the best.

Bulan Agustus bulan dimana mas Pacar pulang ahh senangnya. Beberapa hari dihabiskan untuk kulineran. Tradisi emang sampek tua hahaha. Kalau ketemukan harus makan. AKu senang karna wishlistku tercapai. Ia, pengen jalan kaki di daerah kota. Itu asli sampai bengek jalan kaki sambil cerita-cerita. Emang se asik itu. Kalian coba deh. Di bulan ini juga aku nangis kejer karna doi pulang seolah-olah painkillerku hilang sebegitu aja. Tapi aku paham doi support dari jauhlah damagenya paling kuat. Thank u Bae! Thank u for always supporting me whenever I always stubborn haha.

Bulan September aku mulai revisian dan pastinya dengan drama dosen yang sangat lama ya sis. Ga usah ceritain yang sedih deh, nanti entah tahun berapa aku bacanya jadi sedih juga haha. Jadi initinya bulan September-November di dedikasikan untuk skripsi. Tapi jangan lupa juga diantara bulan ini dompet baruku hilang beserta kartu-foto-dan uangnya. Uda gemeter kejer karna itu uang terakhir. Terimakasih Bang Leo dan Erisa yang uda bantu dompetku huhuhu. Walaupun berujung kartu-dan foto kembali, tapi dompet dan uangnya hilang cuy. Tapi uangnya diganti sama *insert manusia paling baik di teknik* taulah ya? Haha

Dan bulan Desember, yap! aku ACC untuk sidang. Doain ya semoga ga bayar uang kuliah lagi haha. Amin-amin-amin. Semoga tahun depan aku bisa kerja di hotel di Bali. amin. Gajinya min 5 juta amin. Dapat tunjangan 10 juta. Amin. Aminin aja dulu, kali aja Tuhan nge iyain. hehe. Bulan ini aku senang karna bang Jefry aka doi aka j bae pulang haha. Lagi? Semoga tu anak di berikan rejeki melimpah amin-amin. Biar bisa nabung untuk nii…. nikmati hidup masa muda. Asiappp.

Tulisan ini aku dedikasikan juga untuk Sonya, Lidia, Dhea yang tak henti-hentinya meluangkan waktu untuk didengar dan mendengar. Banyak makanan viral, main tiktok, main bunga, nonton hardin, cobain skinker semua uda kita lalui. Terimakasih telah mengisi 2020 ku menjadi luar biasa indah. Aku juga dedikasikan untuk Kristin AKA Lisa yang selalu kirim makanan dan ngasih waktu. U the best. Dan terimakasih kepada puluhan giveaway yang buatku senyum-senyum setiap hari. Riris, Ridoan. Kalian juga luar biasa membantu perskripsianku, membantu untuk memotivasi walaupun kutau kalian juga membutuhkan banyak energi positif semoga energiku sampai. Seni,Yuni woi ah makasih uda kawani ke Binjai-Brastagi-Simalingkar haha. Fitri, terimakasih melahirkan anak laki-laki yang luar biasa. Erisa dan Bang Leo terimakasih mau bantu cari dompet hihi.

Untuk orang yang tak kusebutkan yang membantu perskripsian mulai dari nyari alamat rumah dosen- nanya dosen dimana- orang yang memberitahu detail letak dosen dimana semoga kamu sehat selalu ya!

Ucapan paling spesial aku dedikasikan kepasa Jefry Pranata Ginting. Wah, ga tau dah ribuan halo yang berujung selamat tidur. Ribuan tawa dan tangis. Ratusan bahkan mungkin ribuan kilometer terlewati dengan whatshapp. Terimakasih mengisi 2020ku dengan banyak hal. Seperti yang kuceritakan diatas, cerita ini lebih detail cuman mu yang tau, ga hanya bahagia doang, sedihnya juga. Hehe. Bae, if u read this, there is someone so lucky to have u. It’s me hehe. Makasih uda menjadi Lucky charmku. Semoga kita sama-sama sampai tua.

Kalian semua yang aku masukkan namanya satu-satu disini ataupun yang membaca ini, semoga kalian bahagia di jalan kalian masing-masing. Semoga kalian di berikan otak yang cerdas, kaki yang kuat, tangan yang handal, mulut yang bijaksana, dan hati yang murni. Semoga Tuhan memberkati dan memberikan kita kesehatan di 2021. See u.

Dalam Diam season 2

Teruntuk orang yang sudah saya anggap mati di koyakkan waktu.

Rasanya asing hanya untuk sekedar berkata-kata. Berbasa-basi menunggu denting jam berhenti sesaat. Rasanya asing hanya untuk sekedar bersapa. Menjamu cerita yang tak kunjung ada akhirnya. Hai. Kedengarannya aneh. Tapi aneh seperti ini lebih baik. Menyusun tembok tinggi. Dingin. Setiap keluh ingin bersandar apa daya. Dirimu mati.

Kenangan terkoyak-koyak begitu saja. Acuh. Bukan kah kita dulu sedekat nadi? Mengapa sekarang sejauh matahari?Aneh rasanya. Si empunya hati dingin menjadi sangat hangat saat ku mendekat.Si empunya hati dingin pula yang membangun gunung es tinggi saat ku berusaha membangun rasa.

Bukan kah dulu aku adalah tempat mu berpulang? Tempat dimana semua cerita menumpuk ku seleksi satu persatu untuk menenangkan jiwa yang butuh pelukkan? Kau mati.Mati bersama rinduku.Asing bagiku. Deru suara yang antusias yang menumpahkan semua isikepala kini tiada.

Di dalam pikiran, hanya ada mengapa dan kenapa. Rasanya aneh untuk bertemu. Aneh untuk sekedar berbincang mengenai puisi. Aneh sekedar menyapa di kala kabut tiba. Aneh rasanya diantara kita. Berpulanglah apa kau tidak rindu dengan ku?

Bukankah merangkai kata di tempat ini lebih baik daripada merangkai kalimat di depanmu dengan tatapan kosong. hey? Ada apa? Apakah kamu sudah menemukan rumah baru seperti yang kamu impikan? Baiklah. Jika itu alasan tuan membangun dinding tembok tinggi, saya persilahkan dengan segala hormat.

Tapi kumohon jangan kembali. Kembali merusak perasaan yang berusaha ku junjung tinggi seperti dinginnya batas kita.

Saya hanya ingin mengatakan kalau kamu baik-baik saja. Mungkin saat itu saya tidak……ah Ku gunakan saya karna aku terlalu akrab untuk kita.

Baiklah seperti ini,merasa asing seolah-olah kita beda planet.

Salam dari Planet venus, Mars yang kurindukan.

Dalam Diam

Sebagian memori mengingatkan akan hal yang benar-benar ingin kulupakan , kemarin.

Dan kini memaksaku untuk menikmati setiap tawa maupun kesedihan di raut wajahmu. Banyak hal yang ingin kusampaikan. Tapi, nanti saja aku masih kekenyangan, baru siap makan kue kesukaanmu dan menyeruput air minum kesukaanmu.

Hari ini, kota ini hujan.

Ingatkah kau dulu saat kita bersenandung ria di malam hari? Itu karna kebodohan kita atau karna kita ingin menciptakan waktu untuk kita.

Dulu tatapan hangat teduh dalam sabar berbicara kalau semua akan baik baik saja. Tatapan yabg mengatakan, kau tak sendiri.

Kusesap dulu air minum kesukaanmu.

Lalu, aku lupa bertanya, bagaimana kabarmu? Aku senang senyum merekah mu melebar, parahnya aku juga sedih karna itu bukan aku yang membuatnya.

Kau tau? Kota ini selalu mengingatkan denganmu. Lampu jalanan yang dulu kita tertawakan hanya karna lelucon konyolmu, jalan berlubang yang selalu membuat-marah karna kau selalu salah tempat untuk bertemu sapa denganmu. Kota ini kuat sekali denganmu.

Yang paling ku sedihkan, kota ini sudah berubah. Pembangunan di mana-mana. Beberapa sudah di gusur dan di bangun. Tapi entah kenapa,malam ini sepertinya semuanya tampak sama saja. Kamu. Penyebab ku bisa mengingat ini tampak sama adalah kamu. Sebegitu hebatnya ya ku merindukanmu?

Tapi, kini sudah berganti masa. Bertemu sapa saja susah, berbicara hal tidak penting saja sudah tidak menjadi rutinitas, hey, bagaimana tanpaku?

Dalam diam, ku kagumi hal yang dahulunya sangat tidak mungkin untuk ku kagumi,

Dalam diam, ku rindukan senyum yang hilang,

Dalam diam, entahlah aku seperti dalam dunia yang berotasi tentang mu,

Dalam diam, aku memikirkan kamu,

lagi apa? Hehe

Dalam diam, ku rindu tertawa renyah pecah mengenai hal tak penting.

Dalam diam,..

Ku harap kau tidak tau karna itu lebih baik dari pada kau tau.

Ku tulis karna lebih baik menulis kepada benda mati daripada benda hidup yang akan meninggalkanku,

Seperti mu.

Ayo bertemu sapa, menyesap minuman yang sama sambil mengobrol banyak hal mengenai zaman kita. Aku sudah tidak sabar mendengar ceritamu, tanpa aku.

Surat terbuka ku dedikasikan kepada,

Seharian Berduaan

Halo kembali lagi bersama saya dengan Cella disini. Weheh memotivasi karna ingin nulis. Buat diri sendiri aja. Hari ini seneng bae. Seharian berdua. Ia berdua sama doi saya. Sekalian ngasih tau ini rekomendasi jalan-jalan di Medan. Karna secara tak sengaja kita jalan. Ya walaupun gak sepenuhnya rekomendasi karna mungkin hal yang biasa buat kalian wahai kaum sosialita.

Nah, di pagi hari saya dan doi saya belanja, dih belanja.. maksudnya jalan untuk membeli printer. Di Medan, ada tempat yang sederet itu semua jualan perangkat komputer beserta aksesorisnya. Tempat itu berada di Jalan Putri Merak Jingga namanya. Kalau dari rumah saya itu kira-kira 45 menit kali ya kalau gamacet.. Lah, kalian tau sendiri belakang ini Medan makin padat. Ibarat Jakarta pindah ke ufuk pulau Sumatra. Setelah sampai di Merak Jingga, gak usah bingung, walaupun seabrek (dih bahasanya) yang menjadi langganan saya. Namanya Dunia Komputer. Ya gak lagi promosi sih, tapi kan sesama manusia saling membantu. Berhubung saya tipikal setia orangnya, jadi saya gak mau berpindah tempat untuk belanja apapun. Selama belanja di sana gak pernah rugi deh. Tapi gak menutup kemungkian toko yang lain juga bagus kok. Cuman saya uda klop nih jadi gak bisa berpindah ke lain hati.

Kemudian, di jalan kita tuh keribetan karna bawa printer. Haha sempit-sempitan kaya bawa anak. Nah doi saya malah ajakin saya ketawa sepanjang jalan, jadinya bawa printernya jadi grasak-grusuk. Senengnya, hari ini tuh langitnya lagi baik, gak panas-gak hujan. Wuih, makin gila deh dijalan. Nyanyi-nyanyi Justin Bieber serasa konser kelas atas. Then, kita letakin printer nya di rumah doi. Sayang amat di sayangkan, hari ini muka saya tidak cocok untuk ketemu mertua.. eh calon. Jadi cuman sekedar sapa lalu meletakkan printer.

Karna perut keroncongan, kita lanjut jalan ke KFC ASIA MEGA MAS. Nah kita pesan tuh makanan ayam, yakali masak mi goreng. Menu apa lupa, tapi kita makan 2 porsi ayam bagian paha atas. Sebelum kita ke KFC, doi ku membeli 2 tusuk sosis yang ada di Indomar*t . Doi saya orangnya suka makan. Pantas saya bisa segemuk ini. Awas saya kalau saya kuliah bisa-bisa krempeng again. Nah, kita mulai makan. Ga habis-habis, doi saya memberi saya minuman susu coklat sambil makan begituan.. Parahnya kalok gak di minum, saya di beri makanan yang lain lagi haha. Setelah habis minum susu, rayuan maut lagi untuk mencoba sosis yang tadi di beli doi. Hell ya! Berbagai tipuan saya coba, mulai pura-pura sakit perut, pura-pura sakit kepala, atau pura-pura tidak kuat menahan cobaan yang telah di berikan hahaha. Damn! Dia selalu melakukan berbagai cara untuk aku bisa menerima makanan yang di berikan. Wusshhhh! kata-kata doi “Plis.. makan segigit aja, masa aku uda capek beli kam gak makan, segigitt aja” Dan ternyata segigit yaitu berlanjut hahaha. Cinta banget sama kamu bang jejep-cu. Bangsat.. alay sekali.

Sorenya, kita banyakan waktu curhat berdua. Masalah kuliah, masalah rumah, masalah pribadi, sesuatu hal yang we need to talk about. Saya bangga sama doi saya, bertahan melaksanan skripsi yang penuh revisi. Semoga skripsinya lncar ya teman-teman. Then dia bisa ngumpulin sinamot. Biarin. Ketawain dah. Terkadang, bae-ku ini suka emosional, suka manja, dan yang paling kangen kalok doi suka buat ketawa-ketiwi setengah mampus. Ada jokes yang selalu diiingat “Nih, uda mirip Jefri Nichole belum?” “Aku kalau gendut ada lesung pipi kan? coba kam liat” . Iya, iya jokes receh tapi bisa ngakak kalau liat tingkahnya.

Malemnya, wisata kuliner di sekitara Asia-Sukarame. Karna uda sering ke Asia makan takoyaki, crepes, chicken holic. Di putusin dah beli nasi goreng suaramai depan bekas Macan Yohan dulu. Di sana ada tukang nasi goreng, rameeeee banget.. sampai-sampai kita nunggu pesanan kita beberapa menit. Tada.. Akhirnya kita makan sampir nikmatin lalu lintas jalan sukarame hari ini. Nasi gorengnya enak. Doi emang gak salah pilih tempat. Sambil liat kucing jalan-jalan sambil kasih kucing makan ayam. Semoga kucingna bisa gemuk. Wihiihi..

Malam ini di tutup dengan kemacetan saat pulang kerumah, mengingat-ingat apa saja yang berubah di Asia, baik Roti Korea yang dulu sepi sampai tutup The Jempol yang jual seafood di ujung dekat tikungan. Wah, serasa hari yang panjang dengan penutupan lagu Mars Jendral Sudirman berhubung doi sekolah disana dulu. Malam ini terasa agak hangat walaupun terkadang sangat dingin. Sampai ketemu cerita berikutnya. Emang ini blog isinya diary doang.w ohahaha

Teruntuk kamu hidup dan matiku,

ettdah ini aku ambil dari lirik Surat Cinta Untuk Starla

Terimakasih sudah berpartisipasi untuk membuat hari ini menjadi hari yang membuatku merasa jatuh cinta, Jefry Pranata Ginting Suka.

Yours,

Cellaju

Nb. hope u read this, boo.

Holla and Voila

Halo, sedikit canggung menulis sepatah-dua kata untuk memperkenalkan diri snediri di blog diri sendiri. Setelah melihat betapa alaynya blog-blog sebelunya, yang pasti punya saya sendiri yang di search sendiri oleh teman saya. Akhirnya, teman saya (kuucapkan terimakasihku yang penuh dengan senyuman kepada teman yang tanpa sengaja membuat blog yang baru ini, Pieter, yang kemaren namanya masih Alden).

Sejujurnya, niat menulisku menulis hanya seujung kuku penulis-penulis handal. Dan kembali lagi, ini akan paksaan teman yang mana belum ada persetujuan untuk membuat blog ini, dan voila!!!!! Jadilah blog ini. Senang rasanya bisa berargumen dengan keyboard laptop tentang perasaan sediri, bukan untuk mengertjakan tugas kampus yang sangat amat ahsudahlah. Hehe abaikan aja curahan yang tak jelas tadi. Yep, uda lama gak mencurahkan isi hati di blog-blog tersembunyi ane. Karena biasanya sih kalok ngetik berarti lagi kerjain critical book tugas kampus. Lah Curhat lagi…

Kenapa judulnya begindang? Of Course, menulisnya diulang dari NOL BESAR lagi. Ya walaupun dulu menulis masih nilai satu (gaya bet gua mau di nilai 100).Dan, nama saya Cella Juwita Siregar,Jadi ceritanya nama ua itu Chella, tapi dikarenakan penulisan di akta kelahiran salah, jadinya nama saya tetap ini. Entah berapa banyak bully-an tetang nama ini tapi, apalah arti sebuah nama?(kata-kata menyemangati diri). Lahir di Tebing Tinggi (ini bukan tebing yang tinggi ya melainkan nama kota di Sumatera Utara) Tanggal lahir sampai saat ini sih belum berubah yaitu 02 Juni 1999. Kilas balik tentang kelahiran, dulu pada tahun kelahiran tepaatnya 1999 kata emak gua itu tahun-tahun kiamat. Kebayang ga tuh si emak mau melahirkan wa tapi ada teori dari entah-berantah yang mengatakan hal kaya gitu. Jadi selama di ruangan rumah sakit dia berdoa terus supaya gak kiamat (terimakasih kepada emak kelahiranku sepertinya sangat mendebarkan). Kalau sekarang sih masih kulyah di Fakutas Teknik Universitas Negeri Medan. Kebayang gak anak cewe jadi perempuan teknik? Tapi tenang, penampilan masih tahap wajar, cuman polesan wajah aja agak kusam-kusam gimana gitu haha. Eh tebak-tebakkan deh, menurut kalian perempuan teknik itu menantu idaman gak sih? soalnya ya masa kata orang-orang gua sia-sia kuliah karna entar jadi kuli. Kan kesell..

Umur juga masih tetap kok, gak berubah.Cuman tambah 1 aja tiap tahun hahaha. Oia ini di suuruh buat satu blog kaya buat lembaran baru. Lembaran baru blog ya bukan lembaran baru setelah putus. Kesukaan gua itu Justin Bieber. Kenapa suka? Karena gua Belieber. Justin itu uda kaya oppa-oppa korea gitu dimata gue. Awal jadi beliebers sih tahun 2011-an Gitu. Uda lama juga ya? Berasa cepat banget waktu berlalu. Oh ia, saya bukan penulis yang suka kopi. Saya suka air putih hangat, ekebetula kata mama saya itu bisa buat kurus *lah. Gua menulis mengkombinasikan antara otak, hati, dan imajinasi yang tiba-tiba liar yang di realisasikan dengan tangan dan keyboard.

Masih kurang penjelasan tentang gue? Boleh kok ngobrol lebih banyak sama gue. Atau ketemuan? Atau sekalian bayarin makan, Quality deh kalau gak mau jauh.*eh kok jadi nawar ya? Hahaha.

See u in the next post.

This post is dedicated to a friend who tell me about blog

Alden, this is for u