Dalam Diam season 2

Teruntuk orang yang sudah saya anggap mati di koyakkan waktu.

Rasanya asing hanya untuk sekedar berkata-kata. Berbasa-basi menunggu denting jam berhenti sesaat. Rasanya asing hanya untuk sekedar bersapa. Menjamu cerita yang tak kunjung ada akhirnya. Hai. Kedengarannya aneh. Tapi aneh seperti ini lebih baik. Menyusun tembok tinggi. Dingin. Setiap keluh ingin bersandar apa daya. Dirimu mati.

Kenangan terkoyak-koyak begitu saja. Acuh. Bukan kah kita dulu sedekat nadi? Mengapa sekarang sejauh matahari?Aneh rasanya. Si empunya hati dingin menjadi sangat hangat saat ku mendekat.Si empunya hati dingin pula yang membangun gunung es tinggi saat ku berusaha membangun rasa.

Bukan kah dulu aku adalah tempat mu berpulang? Tempat dimana semua cerita menumpuk ku seleksi satu persatu untuk menenangkan jiwa yang butuh pelukkan? Kau mati.Mati bersama rinduku.Asing bagiku. Deru suara yang antusias yang menumpahkan semua isikepala kini tiada.

Di dalam pikiran, hanya ada mengapa dan kenapa. Rasanya aneh untuk bertemu. Aneh untuk sekedar berbincang mengenai puisi. Aneh sekedar menyapa di kala kabut tiba. Aneh rasanya diantara kita. Berpulanglah apa kau tidak rindu dengan ku?

Bukankah merangkai kata di tempat ini lebih baik daripada merangkai kalimat di depanmu dengan tatapan kosong. hey? Ada apa? Apakah kamu sudah menemukan rumah baru seperti yang kamu impikan? Baiklah. Jika itu alasan tuan membangun dinding tembok tinggi, saya persilahkan dengan segala hormat.

Tapi kumohon jangan kembali. Kembali merusak perasaan yang berusaha ku junjung tinggi seperti dinginnya batas kita.

Saya hanya ingin mengatakan kalau kamu baik-baik saja. Mungkin saat itu saya tidak……ah Ku gunakan saya karna aku terlalu akrab untuk kita.

Baiklah seperti ini,merasa asing seolah-olah kita beda planet.

Salam dari Planet venus, Mars yang kurindukan.

Advertisements

Dalam Diam

Sebagian memori mengingatkan akan hal yang benar-benar ingin kulupakan , kemarin.

Dan kini memaksaku untuk menikmati setiap tawa maupun kesedihan di raut wajahmu. Banyak hal yang ingin kusampaikan. Tapi, nanti saja aku masih kekenyangan, baru siap makan kue kesukaanmu dan menyeruput air minum kesukaanmu.

Hari ini, kota ini hujan.

Ingatkah kau dulu saat kita bersenandung ria di malam hari? Itu karna kebodohan kita atau karna kita ingin menciptakan waktu untuk kita.

Dulu tatapan hangat teduh dalam sabar berbicara kalau semua akan baik baik saja. Tatapan yabg mengatakan, kau tak sendiri.

Kusesap dulu air minum kesukaanmu.

Lalu, aku lupa bertanya, bagaimana kabarmu? Aku senang senyum merekah mu melebar, parahnya aku juga sedih karna itu bukan aku yang membuatnya.

Kau tau? Kota ini selalu mengingatkan denganmu. Lampu jalanan yang dulu kita tertawakan hanya karna lelucon konyolmu, jalan berlubang yang selalu membuat-marah karna kau selalu salah tempat untuk bertemu sapa denganmu. Kota ini kuat sekali denganmu.

Yang paling ku sedihkan, kota ini sudah berubah. Pembangunan di mana-mana. Beberapa sudah di gusur dan di bangun. Tapi entah kenapa,malam ini sepertinya semuanya tampak sama saja. Kamu. Penyebab ku bisa mengingat ini tampak sama adalah kamu. Sebegitu hebatnya ya ku merindukanmu?

Tapi, kini sudah berganti masa. Bertemu sapa saja susah, berbicara hal tidak penting saja sudah tidak menjadi rutinitas, hey, bagaimana tanpaku?

Dalam diam, ku kagumi hal yang dahulunya sangat tidak mungkin untuk ku kagumi,

Dalam diam, ku rindukan senyum yang hilang,

Dalam diam, entahlah aku seperti dalam dunia yang berotasi tentang mu,

Dalam diam, aku memikirkan kamu,

lagi apa? Hehe

Dalam diam, ku rindu tertawa renyah pecah mengenai hal tak penting.

Dalam diam,..

Ku harap kau tidak tau karna itu lebih baik dari pada kau tau.

Ku tulis karna lebih baik menulis kepada benda mati daripada benda hidup yang akan meninggalkanku,

Seperti mu.

Ayo bertemu sapa, menyesap minuman yang sama sambil mengobrol banyak hal mengenai zaman kita. Aku sudah tidak sabar mendengar ceritamu, tanpa aku.

Surat terbuka ku dedikasikan kepada,

Seharian Berduaan

Halo kembali lagi bersama saya dengan Cella disini. Weheh memotivasi karna ingin nulis. Buat diri sendiri aja. Hari ini seneng bae. Seharian berdua. Ia berdua sama doi saya. Sekalian ngasih tau ini rekomendasi jalan-jalan di Medan. Karna secara tak sengaja kita jalan. Ya walaupun gak sepenuhnya rekomendasi karna mungkin hal yang biasa buat kalian wahai kaum sosialita.

Nah, di pagi hari saya dan doi saya belanja, dih belanja.. maksudnya jalan untuk membeli printer. Di Medan, ada tempat yang sederet itu semua jualan perangkat komputer beserta aksesorisnya. Tempat itu berada di Jalan Putri Merak Jingga namanya. Kalau dari rumah saya itu kira-kira 45 menit kali ya kalau gamacet.. Lah, kalian tau sendiri belakang ini Medan makin padat. Ibarat Jakarta pindah ke ufuk pulau Sumatra. Setelah sampai di Merak Jingga, gak usah bingung, walaupun seabrek (dih bahasanya) yang menjadi langganan saya. Namanya Dunia Komputer. Ya gak lagi promosi sih, tapi kan sesama manusia saling membantu. Berhubung saya tipikal setia orangnya, jadi saya gak mau berpindah tempat untuk belanja apapun. Selama belanja di sana gak pernah rugi deh. Tapi gak menutup kemungkian toko yang lain juga bagus kok. Cuman saya uda klop nih jadi gak bisa berpindah ke lain hati.

Kemudian, di jalan kita tuh keribetan karna bawa printer. Haha sempit-sempitan kaya bawa anak. Nah doi saya malah ajakin saya ketawa sepanjang jalan, jadinya bawa printernya jadi grasak-grusuk. Senengnya, hari ini tuh langitnya lagi baik, gak panas-gak hujan. Wuih, makin gila deh dijalan. Nyanyi-nyanyi Justin Bieber serasa konser kelas atas. Then, kita letakin printer nya di rumah doi. Sayang amat di sayangkan, hari ini muka saya tidak cocok untuk ketemu mertua.. eh calon. Jadi cuman sekedar sapa lalu meletakkan printer.

Karna perut keroncongan, kita lanjut jalan ke KFC ASIA MEGA MAS. Nah kita pesan tuh makanan ayam, yakali masak mi goreng. Menu apa lupa, tapi kita makan 2 porsi ayam bagian paha atas. Sebelum kita ke KFC, doi ku membeli 2 tusuk sosis yang ada di Indomar*t . Doi saya orangnya suka makan. Pantas saya bisa segemuk ini. Awas saya kalau saya kuliah bisa-bisa krempeng again. Nah, kita mulai makan. Ga habis-habis, doi saya memberi saya minuman susu coklat sambil makan begituan.. Parahnya kalok gak di minum, saya di beri makanan yang lain lagi haha. Setelah habis minum susu, rayuan maut lagi untuk mencoba sosis yang tadi di beli doi. Hell ya! Berbagai tipuan saya coba, mulai pura-pura sakit perut, pura-pura sakit kepala, atau pura-pura tidak kuat menahan cobaan yang telah di berikan hahaha. Damn! Dia selalu melakukan berbagai cara untuk aku bisa menerima makanan yang di berikan. Wusshhhh! kata-kata doi “Plis.. makan segigit aja, masa aku uda capek beli kam gak makan, segigitt aja” Dan ternyata segigit yaitu berlanjut hahaha. Cinta banget sama kamu bang jejep-cu. Bangsat.. alay sekali.

Sorenya, kita banyakan waktu curhat berdua. Masalah kuliah, masalah rumah, masalah pribadi, sesuatu hal yang we need to talk about. Saya bangga sama doi saya, bertahan melaksanan skripsi yang penuh revisi. Semoga skripsinya lncar ya teman-teman. Then dia bisa ngumpulin sinamot. Biarin. Ketawain dah. Terkadang, bae-ku ini suka emosional, suka manja, dan yang paling kangen kalok doi suka buat ketawa-ketiwi setengah mampus. Ada jokes yang selalu diiingat “Nih, uda mirip Jefri Nichole belum?” “Aku kalau gendut ada lesung pipi kan? coba kam liat” . Iya, iya jokes receh tapi bisa ngakak kalau liat tingkahnya.

Malemnya, wisata kuliner di sekitara Asia-Sukarame. Karna uda sering ke Asia makan takoyaki, crepes, chicken holic. Di putusin dah beli nasi goreng suaramai depan bekas Macan Yohan dulu. Di sana ada tukang nasi goreng, rameeeee banget.. sampai-sampai kita nunggu pesanan kita beberapa menit. Tada.. Akhirnya kita makan sampir nikmatin lalu lintas jalan sukarame hari ini. Nasi gorengnya enak. Doi emang gak salah pilih tempat. Sambil liat kucing jalan-jalan sambil kasih kucing makan ayam. Semoga kucingna bisa gemuk. Wihiihi..

Malam ini di tutup dengan kemacetan saat pulang kerumah, mengingat-ingat apa saja yang berubah di Asia, baik Roti Korea yang dulu sepi sampai tutup The Jempol yang jual seafood di ujung dekat tikungan. Wah, serasa hari yang panjang dengan penutupan lagu Mars Jendral Sudirman berhubung doi sekolah disana dulu. Malam ini terasa agak hangat walaupun terkadang sangat dingin. Sampai ketemu cerita berikutnya. Emang ini blog isinya diary doang.w ohahaha

Teruntuk kamu hidup dan matiku,

ettdah ini aku ambil dari lirik Surat Cinta Untuk Starla

Terimakasih sudah berpartisipasi untuk membuat hari ini menjadi hari yang membuatku merasa jatuh cinta, Jefry Pranata Ginting Suka.

Yours,

Cellaju

Nb. hope u read this, boo.

Holla and Voila

Halo, sedikit canggung menulis sepatah-dua kata untuk memperkenalkan diri snediri di blog diri sendiri. Setelah melihat betapa alaynya blog-blog sebelunya, yang pasti punya saya sendiri yang di search sendiri oleh teman saya. Akhirnya, teman saya (kuucapkan terimakasihku yang penuh dengan senyuman kepada teman yang tanpa sengaja membuat blog yang baru ini, Pieter, yang kemaren namanya masih Alden).

Sejujurnya, niat menulisku menulis hanya seujung kuku penulis-penulis handal. Dan kembali lagi, ini akan paksaan teman yang mana belum ada persetujuan untuk membuat blog ini, dan voila!!!!! Jadilah blog ini. Senang rasanya bisa berargumen dengan keyboard laptop tentang perasaan sediri, bukan untuk mengertjakan tugas kampus yang sangat amat ahsudahlah. Hehe abaikan aja curahan yang tak jelas tadi. Yep, uda lama gak mencurahkan isi hati di blog-blog tersembunyi ane. Karena biasanya sih kalok ngetik berarti lagi kerjain critical book tugas kampus. Lah Curhat lagi…

Kenapa judulnya begindang? Of Course, menulisnya diulang dari NOL BESAR lagi. Ya walaupun dulu menulis masih nilai satu (gaya bet gua mau di nilai 100).Dan, nama saya Cella Juwita Siregar,Jadi ceritanya nama ua itu Chella, tapi dikarenakan penulisan di akta kelahiran salah, jadinya nama saya tetap ini. Entah berapa banyak bully-an tetang nama ini tapi, apalah arti sebuah nama?(kata-kata menyemangati diri). Lahir di Tebing Tinggi (ini bukan tebing yang tinggi ya melainkan nama kota di Sumatera Utara) Tanggal lahir sampai saat ini sih belum berubah yaitu 02 Juni 1999. Kilas balik tentang kelahiran, dulu pada tahun kelahiran tepaatnya 1999 kata emak gua itu tahun-tahun kiamat. Kebayang ga tuh si emak mau melahirkan wa tapi ada teori dari entah-berantah yang mengatakan hal kaya gitu. Jadi selama di ruangan rumah sakit dia berdoa terus supaya gak kiamat (terimakasih kepada emak kelahiranku sepertinya sangat mendebarkan). Kalau sekarang sih masih kulyah di Fakutas Teknik Universitas Negeri Medan. Kebayang gak anak cewe jadi perempuan teknik? Tapi tenang, penampilan masih tahap wajar, cuman polesan wajah aja agak kusam-kusam gimana gitu haha. Eh tebak-tebakkan deh, menurut kalian perempuan teknik itu menantu idaman gak sih? soalnya ya masa kata orang-orang gua sia-sia kuliah karna entar jadi kuli. Kan kesell..

Umur juga masih tetap kok, gak berubah.Cuman tambah 1 aja tiap tahun hahaha. Oia ini di suuruh buat satu blog kaya buat lembaran baru. Lembaran baru blog ya bukan lembaran baru setelah putus. Kesukaan gua itu Justin Bieber. Kenapa suka? Karena gua Belieber. Justin itu uda kaya oppa-oppa korea gitu dimata gue. Awal jadi beliebers sih tahun 2011-an Gitu. Uda lama juga ya? Berasa cepat banget waktu berlalu. Oh ia, saya bukan penulis yang suka kopi. Saya suka air putih hangat, ekebetula kata mama saya itu bisa buat kurus *lah. Gua menulis mengkombinasikan antara otak, hati, dan imajinasi yang tiba-tiba liar yang di realisasikan dengan tangan dan keyboard.

Masih kurang penjelasan tentang gue? Boleh kok ngobrol lebih banyak sama gue. Atau ketemuan? Atau sekalian bayarin makan, Quality deh kalau gak mau jauh.*eh kok jadi nawar ya? Hahaha.

See u in the next post.

This post is dedicated to a friend who tell me about blog

Alden, this is for u